10 January 2011


Hutan. Hijau. Sinar matahari. Burung - burung. Pada awalnya ini hanyalah latar tanpa makna. Kiplik  si Kelinci, Pangeran Ote dan Bubu buaya. Sesuatu yang menjadikannya sebuah cerita….

Ya. Itulah sebaris awal cerita dari buku yang telah ku buat dengan seseorang yang sangat menakjubkan menurutku. Seseorang yang menerima semua pemikiran-pemikiran gila dari otakku apa adanya. Seseorang yang mampu mengenalkan padaku arti kata "tulus". 
Buku itu sebenarnya masih belum mempunyai judul, tapi kami sering menyebutnya buku oren. Tepat sekali. Bernama "Buku Oren" karena sampul dari buku itu berwarna oranye, warna favoritku sekaligus warna yang paling tidak disukainya, hahahaha. 
Buku ini bercerita tentang seorang pangeran dalam petualangannya bersama teman - temannya menyelamatkan burung pipit. Hehehe, cerita yang aneh memang....
tapi so what ?! 
Disitulah aku bisa menuangkan semua khayalanku. Bebas tanpa batas. Seaneh apapun isi pikiranku bebas terukir di buku ini.
Yaaaa intinya terima kasih kepada seseorang yang telah mengajakku kembali ke dunia dimana segalanya bisa tercipta. Seseorang yang memberiku nama Celahir Isilra. 
Arigato nyanya !!!! :)

Oh iya, ini kutipan kalimat favoritku dari "Buku Oren" : 
“Persis seperti katamu. Haruskah ku ulang ? Mata hati kita sudah sinkron.”

No comments:

Post a Comment